Vue Palace Bidik Pasar Intimate Wedding

Bisnishotel.id, BANDUNG — Vue Palace ARTOTEL Curated Bandung memperkuat pasar wedding dengan menghadirkan “Tresna Prasada Wedding Showcase” yang memadukan konsep pernikahan, tradisi, serta kebutuhan pasangan muda dalam satu gelaran.

Wedding showcase yang berlangsung di Grand Ballroom Vue Palace ARTOTEL Curated Bandung pada 1 September 2026 tersebut mempertemukan calon pengantin dengan sejumlah pelaku industri pernikahan. Acara berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.

Mengusung tagline “Ketika Cinta Bersemayam, Janji Menjadi Abadi”, Tresna Prasada mengambil konsep “Istana Cinta”. Konsep tersebut menjadi benang merah dalam penyajian busana, tata rias, dekorasi, hingga hiburan selama acara.

Chairman Tresna Prasada Vue Palace Wedding Showcase Candra Sopiana mengatakan kapasitas ballroom menjadi salah satu kekuatan venue dalam mengakomodasi kebutuhan acara pernikahan.

“Kapasitas ballroom kami sangat ideal untuk flow tamu hingga 500 orang. Melihat tren Gen Z saat ini yang lebih menyukai intimate wedding, kami sangat percaya diri menyuguhkan tempat yang tepat,” ujarnya saat sesi sambutan di acara tersebut.

Menurutnya, ruang ballroom juga memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan acara. Partisi dapat dibuka hingga area foyer dan terdapat ruang pendukung pada lantai yang sama.

Tren tersebut membuka peluang bagi hotel untuk mengembangkan pasar pernikahan dengan konsep yang lebih personal. Pasangan muda tidak selalu membutuhkan pesta dengan jumlah tamu besar, tetapi membutuhkan venue yang dapat menyesuaikan konsep dan alur acara.

Tresna Prasada Wedding Showcase juga mempertemukan berbagai pelaku industri wedding. Mereka berasal dari bidang busana pengantin, tata rias, model, hiburan, dekorasi, hingga produksi acara.

Sejumlah talenta yang terlibat antara lain Ivan Belva, Rita Tila, Dindin Nurdiansyah, dan Nyentrik Production. Acara tersebut dipandu Aryan Febryan sebagai host.

Sementara itu, sejumlah wedding partner yang mendukung acara antara lain Newdee Decoration, The Couple Studio, Ingénue Models, DMT Entertainment, MC.BDG, Regie Zhagie, serta Viding Digital Invitation.

Kolaborasi tersebut memberikan gambaran kepada calon pengantin mengenai kebutuhan pernikahan secara lebih menyeluruh. Selain venue, pasangan dapat melihat pilihan busana, makeup, dekorasi, hiburan, hingga kebutuhan undangan digital.

Salah satu agenda utama dalam showcase adalah bridal fashion showcase. Peragaan tersebut menampilkan busana pengantin dengan karakter yang beragam, mulai dari kebaya bernuansa klasik hingga busana dengan siluet modern dan detail embellishment.

Konsep dekorasi turut memperkuat suasana acara. Dominasi bunga merah, ornamen dekoratif, serta pencahayaan dramatis menciptakan atmosfer yang memadukan kesan intim dan megah.

General Manager Vue Palace ARTOTEL Curated Bandung Aditya Maulana mengatakan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan acara dalam satu hari.

Menurutnya, pengalaman yang dibangun dalam sebuah pernikahan dapat menjadi bagian dari cerita yang dikenang pasangan dan keluarga.

“Pernikahan bukan hanya tentang satu hari, tetapi tentang cerita yang akan terus dikenang. Melalui Tresna Prasada, kami ingin menghadirkan sebuah experience yang mempertemukan calon pengantin dengan para wedding professional sekaligus menunjukkan bagaimana Vue Palace dapat menjadi bagian dari cerita cinta tersebut,” katanya.

Dari sisi bisnis perhotelan, pasar wedding memberikan peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan ballroom sekaligus mendorong permintaan dari berbagai layanan pendukung. Kebutuhan acara dapat mencakup makanan dan minuman, kamar, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Lokasi Vue Palace ARTOTEL Curated Bandung di pusat Kota Bandung juga menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar tersebut. Akses lokasi dan fleksibilitas ruang menjadi pertimbangan bagi pasangan dalam menentukan venue pernikahan.

Melalui Tresna Prasada Wedding Showcase, Vue Palace memperlihatkan pendekatan yang tidak hanya menjual ruang acara, tetapi juga menawarkan ekosistem kebutuhan pernikahan. Strategi tersebut menjadi peluang untuk menangkap perubahan preferensi konsumen, terutama pasangan muda yang mencari konsep pernikahan personal, fleksibel, dan tetap memiliki nilai budaya.

Related posts