Kisah Tak Terduga Dibalik Seporsi Ayam Pengemis

Ayam Pengemis/China Culture
Ayam Pengemis/China Culture

Bisnishotel.com, BANDUNG – Ada-ada saja kisah unik dibalik menu makanan dari China satu ini. Makanan ini mungkin belum begitu dikenal di Indonesia. Hanya restoran dan wilayah tertentu saja yang menyediakan menu ini sebagai lauknya.

Nama menu ini adalah beggar’s chicken atau ayam pengemis. Dari namanya saja, menu ini sudah menarik perhatian, bukan?

Ayam pengemis memiliki tekstur yang lembut dan lezat. Dilansir The Culture Trip, tekstur lembut ini didapatkan karena proses memasaknya yang memerlukan waktu selama enam jam. Sedangkan, rasanya yang lezat didapatkan karena ayam ini dibumbui terlebih dahulu sebelum dibungkus daun-daunan dan tanah liat lalu dipanggang.

Karena dibungkus tanah liat, orang yang hendak menikmati menu ini harus mengetuk tanah liat yang membungkusnya. Bagian ini merupakan yang paling dinanti-nanti karena dinilai untuk dan tak biasa.

Konon, kisah ini terjadi saat Dinasti Qing (1644-911). Ada seorang pengemis lapar dari Changshu, Provinsi Jiangsu yang mencuri seekor ayam dari sebuah peternakan lokal.

Ketika dia pergi, peternak melihatnya dan mengejar pengemis itu ke tepi sungai. Karena lapar tapi takut tertangkap, pengemis itu mengubur ayam yang dia curi dengan daun-daunan di tepi sungai air yang berlumpur. Setelah itu, dia pergi dengan cepat. Alhasil, peternak tidak berhasil menangkap si pengemis.

Malamnya, si pengemis kembali ke tepi sungai tersebut untuk menggali ayam yang dia kubur. Dia pun membuat api kecil untuk memasak ayam itu. Akan tetapi, panas dari api mengeraskan lumpur itu menjadi tanah liat yang rapat.

Karena sulit dibuka, pengemis itu menjatuhkannya dan melihat bulu-bulu ayam langsung terlepas tanpa harus dia bersihkan. Si pengemis meracik ayam itu lalu lama kelamaan dia menjual ayam itu dan kelezatannya tersebar luas hingga sampai di telinga kaisar.

Kaisar pun pergi ke Changshu dan makan di rumah pengemis. Kaisar sangat terkesan dengan kelezatannya sehingga dia menambahkannya ke menu kekaisaran secara resmi.

Baca Juga: Sebelum Nanti Berlibur di Kota Bandung, Yuk! Simpan Empat Hal Ini di Bucket List

Related posts