
Bisnishotel.id, SEMARANG — Grand Candi Hotel Semarang kembali menghadirkan dua program kuliner andalannya, Pasar Senggol dan Time To Brunch, sebagai strategi memperluas pasar sekaligus memperkuat bisnis food and beverage (F&B). Kedua program tersebut menyasar masyarakat umum dengan menawarkan pengalaman bersantap di hotel bintang lima dengan harga yang lebih terjangkau.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya tren wisata kuliner dan kebutuhan masyarakat akan ruang berkumpul yang nyaman. Melalui inovasi produk F&B, Grand Candi Hotel Semarang berupaya memperluas segmen pelanggan di luar tamu menginap serta meningkatkan kunjungan ke area restoran hotel.
Pasar Senggol dijadwalkan kembali berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 11.00–19.00 WIB di area Kafe Flamboyan. Program yang pertama kali digelar pada 2010 tersebut mengusung konsep festival kuliner yang dipadukan dengan hiburan dan aktivitas keluarga, sekaligus menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif di Kota Semarang.
Mengusung tema ArtBites!, Grand Candi Hotel Semarang berkolaborasi dengan Melodi Academy Semarang untuk menghadirkan pertunjukan seni, mulai dari balet, modern dance, seni digital, vokal, hingga pertunjukan musik instrumental. Acara ini juga melibatkan komunitas Pokémon Lovers Semarang (POLOS) yang akan menghadirkan koleksi kartu permainan, mainan, hingga official merchandise Pokémon.
Selain Pasar Senggol, Grand Candi Hotel Semarang meluncurkan kembali program Time To Brunch, yakni layanan Private All You Can Eat Brunch yang ditujukan bagi kegiatan sosial maupun korporasi. Program ini dapat dinikmati dengan minimal reservasi 40 orang setiap pukul 11.00–14.00 WIB di Kafe Flamboyan.
Dengan harga Rp100.000 net per orang, tamu dapat menikmati berbagai menu mulai dari appetizer, sup, hidangan utama, aneka pencuci mulut, hingga beragam minuman. Grand Candi menilai harga tersebut menjadi salah satu paket all you can eat paling kompetitif yang ditawarkan hotel bintang lima di Semarang.
Marcom & Brand Manager Grand Candi Hotel Semarang, Azkar Rizal Muhammad, mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya hotel mengubah persepsi masyarakat terhadap hotel berbintang yang selama ini identik dengan harga mahal.
“Kami ingin menghilangkan stigma bahwa menikmati kuliner atau mengadakan acara di hotel selalu identik dengan harga yang mahal. Melalui Pasar Senggol, masyarakat bisa menikmati berbagai pilihan makanan dengan anggaran sekitar Rp20.000 hingga Rp50.000 saja. Sementara melalui Time To Brunch, masyarakat kini dapat mengadakan arisan, ulang tahun, reuni maupun gathering di hotel bintang lima dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar Azkar dalam keterangan tertulis kepada Bisnishotel.id, Jumat (17/7/2026).
Melalui penguatan program kuliner tersebut, Grand Candi Hotel Semarang berharap dapat memperluas perannya tidak hanya sebagai penyedia akomodasi, tetapi juga sebagai destinasi kuliner, ruang berkumpul, dan wadah kolaborasi komunitas di Kota Semarang. Strategi ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kontribusi bisnis F&B terhadap pendapatan hotel di tengah persaingan industri perhotelan.

