Neo Dipatiukur Hadirkan Kuliner Jepang

Beragam hidangan menu khas Jepang di Hotel NEO Dipatiukur Bandung – Istimewa

Bisnishotel.id, BANDUNG — Hotel Neo Dipatiukur Bandung menggarap pasar kuliner Jepang melalui program “60 Seconds to Tokyo” yang berlangsung hingga akhir 2026. Program tersebut menjadi bagian dari Archipelago Global Flavours Series dan membuka peluang bagi hotel untuk memperluas bisnis food and beverage di luar pasar tamu menginap.

Hotel Neo Dipatiukur menghadirkan sejumlah menu yang terinspirasi dari street food Jepang dan dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun masyarakat umum.

Strategi tersebut memperluas sasaran pasar restoran hotel. Konsumen tidak harus menginap untuk menikmati menu yang ditawarkan karena hidangan tersedia melalui restoran, area poolside, layanan kamar, hingga layanan pesan antar daring.

Dalam program tersebut, Hotel Neo Dipatiukur menghadirkan beragam pilihan makanan. Beberapa di antaranya Menchi Chicken Katsu, Chicken Kamikaze, Chicken Katsu Sando, Takoyaki, Wagyu Burger, Hambagu, Yakimeshi Fried Rice, hingga Prawn Tempura Nori Taco.

Pilihan minuman juga menjadi bagian dari program kuliner tersebut. Hotel menyediakan Shizuku Matcha Cooler, Shiso-Basil Berry, dan Hojicha Latte sebagai pendamping menu utama.

Untuk memperluas jangkauan program, Hotel Neo Dipatiukur menggelar KOL Review 60 Seconds to Tokyo. Sejumlah Key Opinion Leader diundang untuk mencoba menu secara langsung sekaligus membagikan pengalaman terkait tampilan makanan, cita rasa, dan suasana bersantap di hotel.

General Manager Hotel Neo Dipatiukur Bandung Billy Christian mengatakan aktivitas tersebut menjadi cara hotel memperkenalkan pengalaman kuliner Jepang kepada masyarakat. Menurut dia, kehadiran KOL diharapkan dapat mendekatkan program dengan calon konsumen.

“Melalui kegiatan KOL Review 60 Seconds to Tokyo, kami ingin memperkenalkan pengalaman kuliner Jepang yang dapat dinikmati langsung di Hotel Neo Dipatiukur,” ujar Billy dalam keterangan tertulis kepada Bisnishotel.id, dikutip Jumat (28/8/2026).

Dari sisi bisnis, pemanfaatan KOL menjadi salah satu kanal komunikasi untuk memperkenalkan produk F&B kepada pasar yang lebih luas. Strategi tersebut juga menggeser promosi kuliner dari sekadar informasi produk menjadi pengalaman yang dapat dibagikan kembali oleh konsumen dan kreator konten.

Program ini merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series yang dijalankan di 138 unit hotel Archipelago di Indonesia. Dengan cakupan tersebut, program kuliner Jepang menjadi bagian dari strategi yang diterapkan lintas properti, termasuk Hotel Neo Dipatiukur Bandung.

Kehadiran program kuliner dengan periode enam bulan juga memberikan ruang bagi hotel untuk menguji respons pasar terhadap menu bertema Jepang. Selain konsumsi di restoran, kanal room service dan pesan antar membuka alternatif transaksi bagi konsumen yang tidak datang langsung ke hotel.

Bagi industri perhotelan, penguatan bisnis F&B menjadi penting karena restoran hotel memiliki pasar yang lebih luas daripada tamu yang menginap. Konsep menu tematik seperti 60 Seconds to Tokyo dapat menjadi salah satu cara menciptakan alasan kunjungan baru sekaligus meningkatkan eksposur properti di tengah persaingan kuliner Bandung.

Hotel Neo Dipatiukur merupakan bagian dari Archipelago Group dan mengusung konsep simple, smart, and modern. Properti tersebut berada di lokasi strategis di Kota Bandung serta menawarkan pengalaman hospitality yang ditujukan bagi tamu dan masyarakat.

Melalui 60 Seconds to Tokyo, Hotel Neo Dipatiukur tidak hanya menjual menu bercita rasa Jepang. Program ini menunjukkan upaya hotel mengoptimalkan restoran sebagai salah satu sumber aktivitas bisnis sekaligus memperluas hubungan dengan konsumen di luar pasar akomodasi.

Dengan masa program hingga 31 Desember 2026, keberlanjutan respons konsumen akan menjadi salah satu faktor penting dalam melihat potensi menu Jepang tersebut. Bagi Hotel Neo Dipatiukur, strategi F&B ini membuka ruang untuk menggabungkan tren kuliner, pemasaran digital, dan layanan hospitality dalam satu produk yang dapat diakses masyarakat umum.

Related posts