InterContinental Bandung Rayakan HUT RI, Hadirkan Menu Spesial

Salah satu menu signature di program Kenduri Rasa Nusantara – Istimewa

Bisnishotel.BANDUNG — InterContinental Bandung Dago Pakar menghadirkan rangkaian aktivitas keluarga dan sajian kuliner spesial untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 15–17 Agustus 2026.

Program tersebut menyasar tamu yang menginap selama periode perayaan kemerdekaan. Selain berbagai fasilitas rekreasi, hotel menghadirkan sejumlah permainan tradisional yang dirancang untuk menciptakan suasana kebersamaan bagi keluarga dan tamu.

Rangkaian perlombaan digelar dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–12.00 WIB dan 15.00–17.00 WIB. Tamu dapat mengikuti sejumlah permainan khas perayaan kemerdekaan, seperti memasukkan pensil ke dalam botol, balap karung, dan tarik tambang.

Selain perlombaan, InterContinental Bandung Dago Pakar menyediakan berbagai aktivitas rekreasi yang dapat dinikmati selama menginap, mulai dari ATV, E-Bike, Mini UTV hingga Kids Playground (Kingdom).

Cluster Executive Assistant Manager InterContinental Bandung Dago Pakar dan Hotel Indigo Bandung Dago Pakar Yasmine Maulidya mengatakan perayaan kemerdekaan tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkesan.

“Kami percaya bahwa sebuah pengalaman menjadi lebih bermakna ketika mampu menciptakan koneksi emosional para tamu. Pada perayaan Hari Kemerdekaan ini, kami ingin membuat suasana yang hangat dan penuh kebersamaan sekaligus mencerminkan semangat hospitality yang kami junjung,” ujar Yasmine saat sambutan acara, Rabu (12/8/2026).

Sajian Kuliner Nusantara

Tak hanya aktivitas keluarga, InterContinental Bandung Dago Pakar juga menawarkan sejumlah pilihan kuliner selama periode perayaan kemerdekaan.

Salah satunya melalui kolaborasi khusus dengan Dailah Sajian Kontemporer bersama Chef Uky. Sajian tersebut tersedia pada 15–16 Agustus 2026 pukul 18.00–22.00 WIB dan 17 Agustus 2026 pukul 12.00–15.00 WIB, dengan harga Rp388.000++ per orang.

Chef Uky mengatakan konsep kuliner Dailah Sajian Kontemporer berangkat dari kekayaan kuliner Nusantara yang kemudian dipadukan dengan berbagai teknik memasak.

“Dailah itu sebenarnya mix and match antara semua kepulauan. Berbagai macam pulau saya coba gabungkan dengan teknik memasak,” Kata Chef Uky.

Dia mencontohkan salah satu teknik yang digunakan pada olahan bebek. Prosesnya dimulai dengan brine, kemudian diasap sebelum diberikan bumbu yang terinspirasi dari Madura.

Menurut Chef Uky, penggunaan teknik tersebut menjadi bagian dari pendekatan kontemporer Dailah dalam mengolah cita rasa Nusantara agar lebih mudah diterima.

“Memang terlalu Madura banget karena Madura terlalu pedas, ada bitter, getir, dan lain-lain. Ini saya coba bikin lebih nyaman,” ungkapnya.

Chef Uky menambahkan, Dailah tidak mengklaim sajian yang dihadirkan sebagai makanan autentik karena definisi autentik dalam kuliner Nusantara memiliki cakupan yang kompleks.

“Kalau authentic, kalau ngomongin authentic agak sedikit rumit. Kalau ngomongin authentic, semuanya harus dari tempat asal,” tambahnya.

Dia menilai kekayaan bahan dan teknik memasak di berbagai daerah Indonesia justru menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan karakter setiap hidangan.

“Jadi tetap harus ada satu yang memang memegang signature di tiap daerah, memang harus tetap ada yang melestarikan. Itu intinya, jadi kita tahu secara palate itu arahnya ke mana,” tuturnya.

Menu Signature Dailah

Dalam kolaborasi tersebut, Chef Uky juga membawa sejumlah sajian yang berakar pada kuliner Nusantara. Salah satu menu yang disebut sebagai signature Dailah adalah xiong xira yang berasal dari Sumbawa.

Chef Uky mengatakan menu tersebut telah dipertahankan sejak Dailah dibuka pada 2019 dan menjadi salah satu menu yang tidak pernah diganti.

“Xiong xira dari Sumbawa. Kita pakai xiong xira laut. Jadi xiong xira itu sebenarnya sirih, dia pedas dan segar,” jelasnya.

Selain xiong xira, kolaborasi tersebut menghadirkan sekitar tujuh menu dari Dailah. Menu-menu tersebut bersifat rotasi dan mayoritas berupa hidangan utama. Salah satu hidangan lain yang disebut Chef Uky adalah pisang ijo dari Makassar.

Sementara itu, InterContinental Bandung Dago Pakar juga menawarkan Dago Street Kitchen setiap Jumat pukul 18.00–21.00 WIB di Damai Restaurant. Program tersebut menyajikan hidangan buffet yang terinspirasi dari sajian pasar lokal dengan harga Rp299.000++ per orang.

Bagi pencinta kuliner khas Tiongkok, Tian Jing Lou menyediakan program All You Can Eat Dim Sum setiap Sabtu dan Minggu dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB, dengan harga Rp238.000++ per orang.

Melalui rangkaian aktivitas dan penawaran kuliner tersebut, InterContinental Bandung Dago Pakar berupaya menghadirkan pengalaman liburan yang memadukan rekreasi, kuliner, dan kebersamaan selama momentum Hari Kemerdekaan.

Related posts