
Bisnishotel.id, BANDUNG — Grand Dafam Braga Bandung menjalin kerja sama dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB Negeri) A Pajajaran Kota Bandung untuk membuka kesempatan praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa penyandang disabilitas sekaligus meningkatkan kompetensi karyawan dalam memberikan pelayanan yang inklusif.
Kerja sama tersebut mencakup dua program utama, yakni pelaksanaan PKL bagi siswa berkebutuhan khusus dan pembekalan bagi karyawan hotel mengenai cara berinteraksi serta melayani tamu penyandang disabilitas secara tepat.
General Manager Grand Dafam Braga Bandung Agus Ardiansyah mengatakan, kerja sama ini menjadi upaya untuk memberikan kesempatan yang setara bagi siswa penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensi dan memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, dikutip Selasa (20/10/2026).
Melalui program PKL, siswa memperoleh kesempatan mengenal lingkungan kerja profesional dan mempelajari keterampilan dasar sesuai dengan kemampuan serta minat masing-masing.
Program ini juga diharapkan membantu siswa mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, dan kepercayaan diri sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Industri perhotelan menjadi salah satu lingkungan pembelajaran yang dapat memperkenalkan siswa pada praktik pelayanan, kerja sama tim, dan interaksi dengan beragam orang. Dalam pelaksanaannya, siswa akan mendapatkan pendampingan dari tim hotel dan pihak sekolah.
Selain membuka ruang belajar bagi siswa, kerja sama ini menyasar peningkatan kesiapan karyawan hotel dalam menghadapi kebutuhan tamu penyandang disabilitas.
Para pengajar SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung akan memberikan pembekalan berdasarkan pengalaman dan pemahaman mereka dalam mendidik serta mendampingi siswa penyandang disabilitas.
Agus juga menambahkan, pembekalan tersebut menjadi kesempatan bagi karyawan hotel untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan pelayanan yang tepat kepada tamu penyandang disabilitas.
“Kami percaya bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang setara serta pelayanan yang ramah, nyaman, dan bermartabat,” katanya.
Materi pembekalan mencakup pemahaman terhadap karakteristik dan kebutuhan tamu, komunikasi yang efektif, serta cara memberikan bantuan dengan tetap menghormati kemandirian dan hak setiap individu.
Perkuat Budaya Pelayanan Inklusif
Kolaborasi Grand Dafam Braga Bandung dengan SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung mempertemukan kebutuhan pembelajaran siswa dengan pengalaman praktis industri perhotelan. Kerja sama ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai disabilitas di lingkungan kerja.
Bagi industri perhotelan, pelayanan yang inklusif membutuhkan pemahaman terhadap kebutuhan tamu yang beragam. Karyawan tidak hanya perlu memahami prosedur pelayanan, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan tepat dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan kemandirian tamu.
Pembekalan dari tenaga pendidik diharapkan membantu karyawan membangun interaksi yang lebih efektif dan menghargai keberagaman. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman menginap yang nyaman bagi seluruh tamu.
Ke depan, Grand Dafam Braga Bandung berharap kerja sama ini dapat berlanjut sebagai bagian dari dukungan terhadap kemandirian siswa penyandang disabilitas.
Sinergi antara sekolah dan industri juga diharapkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih terbuka terhadap keberagaman dan kesempatan yang setara.

