
Bisnishotel.id, BANDUNG — Hotel De Paviljoen Bandung mengembangkan bisnis makanan dan minuman (F&B) melalui “Sendja di Plaza”, program kuliner sore yang memanfaatkan area plaza hotel di kawasan Riau.
Program tersebut menawarkan beragam jajanan dan hidangan dengan harga mulai Rp20.000. Konsep ini menggabungkan kuliner dengan suasana outdoor serta live music untuk menarik pengunjung pada waktu sore.
Sendja di Plaza digelar rutin setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 16.00–19.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati makanan sambil bersantai di area plaza dengan suasana pepohonan dan lingkungan kawasan Riau.
Pilihan kuliner yang ditawarkan cukup beragam. Beberapa di antaranya mie tek-tek, baso tahu, cilok jando dengan bumbu kacang, serta berbagai jajanan dan dessert.
Kehadiran program tersebut memperlihatkan upaya hotel memperluas fungsi area properti di luar kebutuhan akomodasi. Plaza hotel dimanfaatkan sebagai ruang kuliner yang dapat diakses masyarakat dan menjadi titik aktivitas pada sore hari.
Bagi bisnis perhotelan, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan pendapatan F&B dari konsumen yang tidak menginap. Harga yang relatif terjangkau juga memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner hotel tanpa harus membeli paket menginap.
Konsep kuliner sore turut memperluas segmen pasar yang dapat dijangkau hotel. Pengunjung dapat datang bersama keluarga, teman, maupun kolega untuk menikmati makanan dan suasana outdoor.
Live music menjadi elemen tambahan dalam program tersebut. Kehadiran hiburan secara rutin pada Jumat dan Sabtu membuat Sendja di Plaza tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman bersantai setelah aktivitas harian.
Hotel De Paviljoen menempatkan konsep tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih dekat dengan masyarakat. Program ini sekaligus menambah pilihan aktivitas bagi tamu hotel maupun pengunjung Kota Bandung.
Kawasan Riau juga menjadi bagian dari daya tarik program karena dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki aktivitas perkotaan di Bandung. Pemanfaatan ruang terbuka hotel memungkinkan pengalaman kuliner terhubung dengan karakter lingkungan sekitar.
Dari sisi produk, kombinasi jajanan lokal, harga mulai Rp20.000, suasana terbuka, dan hiburan musik memberikan format berbeda dari restoran hotel konvensional. Hotel dapat mengemas area yang sudah tersedia menjadi ruang yang lebih aktif pada periode sore.
Strategi tersebut juga sejalan dengan kebutuhan industri hotel untuk mengoptimalkan aset dan fasilitas yang dimiliki. Selain restoran utama, area plaza dapat menjadi kanal baru untuk menghadirkan aktivitas F&B secara berkala.
Hotel De Paviljoen Bandung sendiri berlokasi di kawasan Riau dan menyediakan layanan akomodasi, kuliner, serta fasilitas dan aktivitas untuk kebutuhan leisure maupun bisnis.
Melalui Sendja di Plaza, Hotel De Paviljoen Bandung menjadikan sore hari sebagai momentum untuk menarik kunjungan ke area hotel. Program kuliner mingguan tersebut sekaligus memperkuat posisi F&B sebagai bagian dari pengalaman hotel yang dapat dinikmati masyarakat tanpa harus menginap.

