Hilton Bandung Garap Tren Wellness Jamu

Bisnishotel.id, BANDUNG — Hilton Bandung menggarap tren wellness dengan menghadirkan “The Art of Djamoe”, sebuah pengalaman yang mempertemukan tradisi jamu Indonesia dengan gaya hidup kesehatan modern.

Program tersebut digelar pada Jumat (28/8/2026) di Hilton Bandung melalui kolaborasi bersama Kamma Wellness dan Djamoé Workshop. Kegiatan ini mengajak media dan Key Opinion Leader (KOL) mengenal proses pembuatan jamu sekaligus mengeksplorasi potensinya sebagai bagian dari gaya hidup masa kini.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai bahan herbal. Mereka juga terlibat langsung dalam proses menumbuk, meramu, mencampur, hingga menyeduh dan menikmati hasil racikan jamu.

Pendekatan berbasis pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan tren wellness hospitality. Jamu tidak lagi ditempatkan hanya sebagai minuman tradisional, tetapi diperkenalkan sebagai salah satu pilihan untuk mendukung pengalaman wellness from within.

Marcom Executive Hilton Bandung Diki mengatakan konsep wellness yang dikembangkan hotel tidak hanya berkaitan dengan fasilitas relaksasi. Menurutnya, pengalaman wellness juga dapat dibangun melalui koneksi dengan budaya dan kekayaan tradisi Indonesia.

“Melalui The Art of Djamoe, kami ingin menghadirkan pengalaman yang mempertemukan tradisi jamu dengan perspektif wellness yang relevan dengan gaya hidup masa kini,” ujar Diki dalam keterangan tertulis kepada Bisnishotel.id, dikutip Kamis (3/9/2026).

Kolaborasi tersebut juga melihat peluang untuk membawa jamu lebih dekat dengan generasi muda. Pengemasan pengalaman yang lebih praktis menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan kembali minuman herbal tradisional tersebut di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dari dalam.

Founder Djamoé Workshop Claudia mengatakan jamu memiliki peluang untuk kembali menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Karena itu, pengembangan produk dan pengalaman yang relevan menjadi penting agar warisan tersebut dapat diterima oleh konsumen masa kini.

“Jamu bukan sekadar warisan masa lalu. Kami ingin menunjukkan bahwa jamu juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup wellness generasi muda saat ini,” kata Claudia.

Senada dengan Founder Kamma Wellness, She She menilai konsep wellness tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Menurutnya, aspek koneksi dengan akar budaya dan upaya mengenali kembali diri sendiri juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Wellness bukan hanya tentang merasa lebih baik, tetapi juga connect with our roots dan reconnect dengan diri sendiri,” ujar She She.

Dari sisi produk, pengalaman The Art of Djamoe juga menunjukkan bagaimana bahan tradisional dapat dikembangkan menjadi racikan yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen modern. Beberapa kreasi yang diperkenalkan antara lain matcha ginger latte dan cocoa turmeric.

Pengembangan tersebut membuka ruang bagi jamu untuk masuk ke format konsumsi yang lebih beragam. Dengan demikian, bahan herbal Indonesia tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan mengikuti perubahan gaya hidup dan selera konsumen.

Bagi industri perhotelan, tren tersebut memberikan peluang untuk memperluas konsep wellness di luar layanan spa dan fasilitas kebugaran. Pengalaman berbasis budaya dapat menjadi bagian dari produk hospitality yang menawarkan aktivitas sekaligus nilai edukasi bagi tamu.

Hilton Bandung juga mengintegrasikan pendekatan tersebut dengan layanan relaksasi melalui JIWA Spa. Spa tersebut menghadirkan perawatan yang terinspirasi dari tradisi wellness Indonesia sehingga pengalaman tamu dapat mencakup aspek relaksasi sekaligus pengenalan terhadap kekayaan budaya lokal.

Kolaborasi Hilton Bandung, Kamma Wellness, dan Djamoé Workshop menunjukkan bahwa pengembangan produk wellness dapat bergerak melalui kombinasi tradisi, pengalaman, dan inovasi. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang bagi industri hospitality untuk menghadirkan aktivitas yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen modern.

Melalui The Art of Djamoe, jamu ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman wellness yang tidak hanya berorientasi pada konsumsi. Tradisi, koneksi, dan pengalaman menjadi tiga elemen yang dapat memperpanjang relevansi jamu di tengah pertumbuhan gaya hidup sehat dan industri wellness.

Related posts