De Paviljoen Bandung Hadirkan Pameran Pertemuan Ruang Waktu

Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus MPR RI Atalia Praratya sedang mengamati salah satu lukisan yang terpampang di Hotel De Paviljoen Bandung – Istimewa

Bisnishotel.id, BANDUNG — Hotel De Paviljoen Bandung memperluas strategi bisnis berbasis art hospitality dengan menghadirkan pameran seni bertajuk “Pertemuan Ruang Waktu”.

Berdasarkan data dari panitia pameran ini diikuti oleh 45 perupa dengan 48 karya seni yang di pajang mulai tanggal10 Juli hingga 10 September 2026. Hal ini menjadi bagian dari upaya hotel memperkuat daya tarik sebagai destinasi wisata seni dan budaya di Kota Bandung.

Melalui beragam medium, mulai dari lilitan kawat, anyaman, arsiran, cat akrilik, cat minyak, pahatan, hingga mixed media, para perupa menghadirkan perjalanan artistik yang berkembang selama puluhan tahun.

Konsep Pertemuan Ruang Waktu terinspirasi dari gagasan ruang-waktu Albert Einstein. Dalam pameran ini, karya seni dipandang sebagai rekaman perjalanan kreatif yang mempertemukan pengalaman masa lalu, masa kini, dan proses penciptaan dalam satu ruang apresiasi.

Kurator pameran Rahmat Jabbaril menafsirkan karya-karya tersebut melalui pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Menurutnya, ruang pamer menjadi titik temu berbagai pengalaman artistik yang membentuk dialog baru antarseniman maupun dengan publik.

“Pameran ini bisa dibaca sebagai singularitas kecil, titik temu berbagai lintasan pengalaman, gagasan, dan ekspresi yang membentuk konstelasi baru,” ujar Kurator Pameran Rahmat Jabbaril.

Hotel De Paviljoen Bandung memilih ruang publik hotel sebagai lokasi pameran agar karya seni dapat dinikmati tidak hanya oleh tamu yang menginap, tetapi juga masyarakat umum.

Pendekatan tersebut mencerminkan strategi hotel dalam mengintegrasikan layanan akomodasi dengan aktivitas seni dan budaya untuk menciptakan pengalaman yang lebih bernilai bagi pengunjung.

Pameran dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus MPR RI Atalia Praratya. Rangkaian pembukaan turut diisi pertunjukan musikalisasi puisi dari Distonansi Metafora yang memperkuat atmosfer artistik selama acara berlangsung.

Pemanfaatan hotel sebagai ruang pamer menunjukkan tren baru industri perhotelan dalam mengembangkan konsep art hospitality. Selain memperkaya pengalaman tamu, strategi tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan masyarakat, memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara industri perhotelan dan ekosistem seni rup

Related posts