
Bisnishotel.id, KAB. BANDUNG — Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) menghadirkan diskusi bertajuk “Art Talk Beyond The Canvas: Art, Culture, and Creative Enterprise” sebagai ruang pertukaran gagasan mengenai hubungan antara seni, budaya, dan kewirausahaan kreatif. Acara tersebut digelar di Bale Paragon, SSAS, Bandung pada Jumat (5/6/2026).
Dalam siaran pers, penyelenggara menyebut perkembangan industri kreatif menunjukkan praktik seni tidak lagi terbatas pada ruang galeri atau medium kanvas. Seni kini dipandang sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas yang mencakup budaya, identitas, inovasi, hingga kewirausahaan kreatif.
Acara ini menghadirkan diskusi mengenai hubungan seni, budaya, dan kewirausahaan kreatif sekaligus memperkenalkan semangat UOB Painting of the Year 2026 sebagai platform pengembangan talenta seni kontemporer Indonesia.
Menurut penyelenggara, diskusi ini bertujuan membuka wawasan mengenai praktik artistik masa kini yang semakin multidisipliner dan relevan dengan perkembangan industri kreatif global. Para seniman dan desainer yang hadir juga diharapkan dapat berbagi pengalaman tentang praktik berbasis identitas budaya.
Acara ini sekaligus memperkenalkan semangat 16th UOB Painting of the Year (POY) 2026, kompetisi seni tahunan yang pertama kali diselenggarakan di Singapura pada 1982 dan kini berkembang menjadi salah satu program seni bergengsi di Asia Tenggara. Kompetisi tersebut saat ini berlangsung di Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
UOB menyatakan kompetisi tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan apresiasi seni dan membuka akses lebih luas bagi seniman profesional maupun pendatang baru di tingkat regional dan internasional.
Diskusi menghadirkan narasumber Luke Ariefiandi, Melati Suryodarmo, dan Obin (BIN House), dengan Agung Hujatnikajennong sebagai moderator.
Penyelenggara berharap generasi muda dapat melihat bahwa praktik seni saat ini tidak hanya berkaitan dengan penciptaan karya, tetapi juga kemampuan seni membangun dialog lintas disiplin, memperkuat identitas budaya, dan menciptakan peluang baru dalam ekosistem kreatif masa depan.

