Anom Purboyanto Akan Perkuat Inovasi dan Pengalaman Tamu di HARRIS & POP! Festival Citylink Bandung

E. Anom Purboyanto, General Manager HARRIS & POP! Festival Citylink Bandung – Istimewa

Bisnishotel.id, BANDUNG — E. Anom Purboyanto, General Manager HARRIS & POP! Festival Citylink Bandung, menempatkan pengalaman tamu sebagai salah satu fokus utama dalam menghadapi persaingan industri perhotelan yang semakin ketat. Pengalaman panjang di berbagai posisi operasional menjadi bekal Anom dalam membangun bisnis sekaligus mengembangkan tim di dua properti tersebut.

Karier Anom di industri perhotelan dimulai pada 2005 dari bidang food and beverage (F&B), khususnya sebagai bartender. Selama sekitar lima tahun pertama, ia mengembangkan pengalaman di berbagai fungsi operasional sebelum memperluas perjalanan karier ke sejumlah properti hotel.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke berbagai posisi dan divisi, mulai dari front office, sales, hingga manajemen. Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek pre-opening hotel, termasuk properti dengan berbagai kelas, dari hotel bintang tiga hingga bintang lima.

Perjalanan profesional tersebut turut membentuk pemahamannya mengenai operasional hotel secara menyeluruh. Pengalaman berpindah fungsi membuat Anom memahami bagaimana setiap bagian dalam hotel saling berkaitan untuk menciptakan pelayanan yang konsisten kepada tamu.

Saat dipercaya memimpin HARRIS & POP! Festival Citylink Bandung, Anom melihat kekuatan utama kedua properti tersebut terletak pada kapasitas MICE. HARRIS Festival Citylink memiliki area konvensi sekitar 2.200 meter persegi yang menjadi salah satu fasilitas MICE terbesar di Jawa Barat.

Kapasitas tersebut membuka peluang untuk berbagai kegiatan, mulai dari pameran, pertemuan korporasi, wisuda, hingga pernikahan. Kedekatan hotel dengan pusat perbelanjaan Festival Citylink juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan hotel mengintegrasikan fasilitas dan aktivitas dengan ekosistem mal.

Selain mengandalkan pasar MICE, Anom melihat potensi lokasi hotel yang berada dekat akses jalan tol sebagai keunggulan kompetitif. Akses tersebut dinilai memudahkan wisatawan dari luar Bandung maupun calon tamu yang membutuhkan akomodasi dengan konektivitas transportasi yang relatif praktis.

Ke depan, pengembangan konsep one-stop destination menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan. Hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menawarkan berbagai aktivitas yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan selama berada di kawasan tersebut.

Strategi tersebut mulai diterapkan melalui pengembangan berbagai aktivitas dan fasilitas. Salah satunya adalah aviary yang dilengkapi burung dan kelinci serta rencana pengembangan green house. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan pengalaman menginap yang tidak hanya berorientasi pada akomodasi.

Kolaborasi dengan Festival Citylink juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Tamu hotel dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas dan aktivitas di pusat perbelanjaan melalui kerja sama dengan berbagai mitra. Pendekatan ini memungkinkan hotel memberikan nilai tambah sekaligus memperluas pengalaman tamu di luar kamar hotel.

Dari sisi produk, manajemen juga melakukan sejumlah pembaruan. HARRIS Festival Citylink tengah melakukan peremajaan sejumlah kamar dan fasilitas. Salah satu produk baru yang dikembangkan adalah HARRIS Deluxe yang dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan, termasuk kopi premium dan fasilitas komplementer bagi tamu.

Dari total 178 kamar di HARRIS Festival Citylink, sekitar 52 kamar dikembangkan sebagai HARRIS Deluxe. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan produk sekaligus meningkatkan pengalaman menginap bagi tamu.

Di sisi sumber daya manusia, Anom menerapkan pendekatan kepemimpinan yang memberikan kepercayaan kepada setiap anggota tim. Ia menilai setiap individu memiliki kemampuan dan karakter berbeda sehingga pengembangan karyawan perlu dilakukan berdasarkan potensi masing-masing.

Pendelegasian tanggung jawab menjadi salah satu pendekatan yang digunakan. Meski memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang, kontrol tetap dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Menurutnya, karyawan yang merasa berkembang dan bahagia akan lebih mudah memberikan pengalaman positif kepada tamu.

Baginya, pelayanan hotel yang baik belum tentu menghasilkan pengalaman yang membekas. Hotel perlu menciptakan cerita bagi tamu sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi memori yang mendorong kunjungan kembali maupun rekomendasi melalui word of mouth.

Prinsip tersebut sejalan dengan tiga nilai kepemimpinan yang Anom pegang, yakni inspiring, trust, dan control. Pemimpin harus mampu menginspirasi tim, memberikan kepercayaan agar karyawan berkembang, sekaligus tetap melakukan kontrol terhadap hasil pekerjaan.

Ke depan, Anom ingin memastikan HARRIS & POP! Festival Citylink Bandung tetap menjalankan karakter dan identitas sesuai standar merek. Di saat yang sama, kinerja bisnis dan profitabilitas tetap menjadi sasaran penting bagi perusahaan.

HARRIS Festival Citylink sendiri memiliki identitas yang antara lain mengusung tema shadow photography dan stay fit. Konsep tersebut menjadi ruang pengembangan aktivitas yang menggabungkan pengalaman menginap dengan gaya hidup, olahraga, dan kreativitas.

Dengan strategi tersebut, kepemimpinan E. Anom Purboyanto di HARRIS & POP! Festival Citylink Bandung diarahkan tidak sekadar mengejar tingkat hunian. Pengembangan produk, kolaborasi dengan mal, penguatan MICE, serta pembangunan tim menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman tamu yang lebih kuat sekaligus menjaga daya saing hotel di tengah kompetisi industri perhotelan Bandung.

Related posts